Posted by PT. Equityworld Futures on Selasa, 15 November 2016
Lion Air Group berencana ekspansi dengan membuka penerbangan ke Vietnam tahun depan atau tepatnya pada semester II. Hal ini dilakukan untuk lebih melebarkan eksistensi perusahaan di berbagai negara di ASEAN.
Melalui unit usahanya, Lion Parcel, para pengusaha UMKM dapat mendistribusikan produknya ke 12negara, misalnya India Australia, Hong Kong, Taiwan, China, dan Pakistan. "Kalau memang ada yang baru atau pengusaha baru dia tidak punya kredit, nah nanti kami jaminkan, bahwa kalau UMKM itu tidak perlu bayar, kami yang akan bayar. Untuk itu kami yakinkan pengusaha UMKM itu menghasilkan produk yang baik," pungkas Rusdi.
Sementara itu, Lion Air Group terus fokus mengembangkan sektor UMKM nya pada tahun ini hingga tahun depan. Perusahaan tersebut berharap harga jual dari produk Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) dapat bertambah, tidak hanya dari kualitasnya saja.
Co-Founder Lion Air Group Rusdi Kirana menjelaskan, ekspansi ini akan dilakukan dengan cara bekerja sama dengan partner lain dengan porsi 49 persen untuk Lion Air Group dan 51 persen dipegang oleh asing. Sayangnya, ia enggan menjelaskan lebih detil terkait hal tersebut.
"Nanti kami lihat, tapi pemegang sahamnya mereka yang punya data itu nama Lion Group. Misalnya di Malaysia itu Malindo, itu pemegang sahamnya Lion Group, kalau di Thailand juga Lion Group," ungkap dia, Selasa (15/11). Untuk nilai investasi terkait ekspansi tersebut, lanjut Rusdi, pihaknya belum menghitungnya secara detil. Menurut Rusdi, untuk perusahaan swasta umumnya memang tidak terlalu fokus terhadap penghitungan nilai investasi.
"Kadang-kadang kami enggak ada perencanaan budget harus berapa karena ini perusahaan swasta, biasanya kami on going saja," tutur Rusdi. Nantinya, untuk tahap awal, perusahaan akan menyiapkan tiga pesawat untuk penerbangan Indonesia ke Vietnam atau sebaliknya.
BRI Kerja Sama dengan Lion Air Group Sediakan Layanan Perbankan | Equityworld Futures
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerjasama dengan Lion Air Group dalam hal pemberian pelayanan perbankan pada kelompok usaha mereka. Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga Amijarso mengatakan, ruang lingkup kerja sama strategis tersebut mencakup pemberian layanan jasa-jasa perbankan kepada Lion Air Group, antara lain pengembangan akses pasar dan jaringan pemasaran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
"Bank BRI juga akan berperan dalam mendukung komitmen Lion Air Group dengan Kementerian Koperasi dan UMKM dalam hal mempromosikan produk- produk UMKM terkait layanan logistik dan pemasaran bagi pelaku UMKM nasional," tutur Hari.
"Kemudian, pemanfaatan fasilitas Cash Management System (CMS), pengembangan layanan pembelian tiket melalui e-channel, dan pemanfaatan jasa dan instrumen perbankan lainnya untuk layanan keuangan Lion Air Group," tutur Hari di Jakarta, Selasa (15/11/2016).
Melalui kerja sama ini pula, Lion Air Group menunjuk BRI untuk mengelola kas perseroan secara real time online dan terintegrasi, meliputi penyediaan sistem fasilitas CMS berupa fasilitas automatic payment & automatic posting (host to host system), electronic payment tax (e-tax), dan fasilitas perbankan lainnya.
Lion Air Perkirakan Penumpang Liburan Akhir Tahun Tumbuh 7-10% | Equityworld Futures
Lion Air Group memperkirakan pertumbuhan penumpang pada masa angkutan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 mencapai 7-10 persen dibandingkan hari biasa. Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengungkapkan, untuk mengantisipai pertumbuhan penumpang itu, pihaknya bakal menyediakan kapasitas kursi hingga 10-15 persen lebih banyak dibandingkan waktu normal.
Dia meyakini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mendukung sepenuhnya operasional angkutan Natal dan Tahun Baru, termasuk penambahan jam operasional bandara untuk destinasi-destinasi baru, seperti Labuan Bajo. Hal itu sangat diperlukan bila Lion Air Group banyak mengambil penambahan kapasitas pada destinasi-destinasi tersebut. “Saya yakin menteri perhubungan juga akan mengerti ini dan akan menambah jam operasi bandara,” tuturnya.
“Tahun baru ini kami perhitungkan ada pertumbuhan penumpang 7-10 persen. Kami sudah mulai siapkan armada, meskipun sebenarnya itu sudah rutinitas. Kami antisipasi kalau memang akhirnya produksinya sampai 10-15 persen,” kata Edward di Jakarta, Selasa (15/11).
Namun demikian, Edward menyatakan, pihaknya masih mempertimbangkan lebih lanjut destinasi mana saja yang akan ditambah kapasitas kursinya. Pasalnya, ada kecenderungan liburan akhir tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk rute-rute berubah kami belum tahu, karena destinasi sekarang mulai berubah. Jadi kalau dulu kan Bali, Yogya, lalu secara tradisional itu Medan, Manado, Makassar. Kami lihat saat ini enggak. Sekarang mulai ada orang tahun baru di Gorontalo, Ambon, Labuan Bajo. Kalau ini memang terjadi, berarti produknya melebar. Dulu kami fokus extra flight ke Bali dan lain sebagainya,” jelas dia.
Lebih lanjut, dia menegaskan, bila sudah memastikan rute-rute potensial, maka pihaknya akan menurunkan pesawat-pesawat berbadan besar di hub atau titik kumpul lalu lintas penerbangan Lion Air Group. “Di hub itu bisa kami tambah dengan menggunakan widebody A330. Misalnya, hub kami di Makassar, maka kami pakai A330,” imbuh dia.