Posted by PT. Equityworld Futures on Minggu, 13 November 2016
Daniel Sturridge menepis anggapan yang menyebut dirinya bukan seorang team player. Striker timnas Inggris itu menegaskan kalau tugasnya adalah mencetak gol. Sturridge dikritik karena dinilai egois di lapangan. Penyerang Liverpool itu disebut enggan turun lebih dalam untuk menjemput bola. Tapi anggapan tersebut dibantah Sturridge.
Selama timnas Inggris ditangani Gareth Southgate, Sturridge selalu menjadi starter dalam tiga pertandingan terakhir dan mencetak dua gol masing-masing dalam kemenangan atas Malta dan Skotlandia. Dengan absennya Harry Kane, Sturridge diprediksi akan kembali main sejak awal saat Inggris menghadapi Spanyol dalam laga persahabatan, Selasa (15/11/2016).
"Saya tidak khawatir dengan itu, itu adalah opini yang tidak adil. Saya merasa saya berkontribusi untuk tim dengan assist dan gol. Tidak terlalu penting apa yang orang katakan kepada saya," ujar Sturridge seperti dikutip dari Guardian.
"Di sanalah saya harus berada, di antara lini, mengancam bek tengah, menekan mereka dan menciptakan ruang untuk pemain lain. Kadang saya harus turun mungkin untuk memberi mereka gambaran berbeda untuk lebih menyulitkan tapi, sekali lagi, ini adalah soal ada di dalam kotak penalti. Di sanalah saya harus berada."
Sturridge menegaskan kalau tugasnya adalah mencetak gol sehingga lebih banyak berada di dalam kotak penalti. Dia fokus memainkan perannya sebagai penyerang tengah."Pada akhirnya ini adalah soal kesadaran posisi. Tugas saya adalah mencetak gol dan mengkreasikannya untuk tim dan masuk ke posisi gelandang mungkin terlalu dalam," lanjutnya.
"Saya merasa jika saya turun dan mencoba terlibat dalam permainan maka tidak akan ada pemain di posisi penyerang," kata penyerang 27 tahun itu. "Penting untuk punya titik fokus dalam tim. Jika saya turun terlalu dalam dan menjemput bola, menunjukkan kemampuan dan melewati pemain, tidak ada yang mengisi posisi penyerang tengah."
Sturridge Bertekad Jaga Kepercayaan Southgate | Equity World
Dalam satu bulan terakhir, Sturridge total hanya bermain selama 19 menit dalam ajang Premier League. Sementara itu, di level internasional, pemain berusia 27 tahun itu bermain dalam tiga pertandingan di bawah arahan Southgate dan membuka gol dalam kemenangan 3-0 Inggris atas Skotlandia.
Striker Daniel Sturridge menikmati peran penting di bawah arahan Gareth Southgate, pelatih sementara Inggris, dan berharap melanjutkan kepercayaan dari sang pelatih.
Saat Inggris menang 3-0 atas Skotlandia pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa di Stadion Wembley, Jumat (11/11/2016), Sturridge menjadi starter dan berhasil mencetak satu gol bagi tim Inggris. Ini merupakan perbedaan dengan kiprahnya di level klub. Di Liverpool, klub Sturridge saat ini, dia tidak menjadi pilihan utama Juergen Klopp, Manajer Liverpool.
Legenda Ini Sebut Karier Daniel Sturridge Sudah Habis | Equity World
"Sturridge sekarang sudah 27 tahun dan dia tak akan bisa mengeluarkan potensi terbaiknya lagi karena riwayat buruknya yang sering cedera," kata mantan pemain Liverpool itu.
Legenda Inggris Graeme Souness tak yakin penyerang Liverpool Daniel Sturridge bisa mengeluarkan semua potensi terbaiknya lagi. Meski baru saja menyumbang gol lagi untuk Timnas Inggris di laga melawan Skotlandia, Souness menyebut Sturridge sudah kehabisan masa emasnya di Liverpool. "Sturrdige punya kualitas untuk bisa tajam sebagai penyerang, namun dia tak punya satu hal yang diinginkan sebuah klub yakni, etika kerja," ungkap Souness dikutip dari Mirror.
"Buktinya dua klub besar yakni Manchester City dan Chelsea (mantan klub Sturrdige) membiarkan begitu saja dia meninggalkan klub," tambahnya. Hal yang sama sekarang disebut Souness mulai terjadi di Liverpool dimana Sturridge hanya menjadi pemain cadangan akhir-akhir ini
Equity World