PT. Equityworld Futures

Official Website

  • PT Equityworld Futures
  • Profil PT Equityworld Futures
  • Legalitas PT Equityworld Futures
  • Fasilitas dan Layanan PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures Linkedin
  • DROPDOWN MENU
Home » Uncategories » Penolak Kampanye Djarot Bukan Warga Mampang | Equityworld Futures

Penolak Kampanye Djarot Bukan Warga Mampang | Equityworld Futures

Posted by PT. Equityworld Futures on Selasa, 15 November 2016


Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DKI Jakarta Donny Tjahja Rimbawan menyebutkan, penolakan dari sekelompok orang, saat calon wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan kunjungan ke wilayah Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016), bukan dilakukan warga setempat.

Puluhan personel kepolisian kemudian dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Penolakan terjadi ketika Djarot tengah keliling menyapa warga di Jalan Pondok Karya IX, RT 04 RW 13, Kelurahan Pela Mampang, Mampang Jakarta Selatan. Sekelompok warga kemudian muncul dari belakang Djarot dan hendak melakukan penolakan. Djarot terus berjalan menyapa warga dengan tidak mengindahkan sekelompok warga yang menolaknya. Beberapa warga kemudian berteriak dengan mengatakan bahwa warga yang menolak merupakan pendemo bayaran.

Djarot kata Donny, awalnya berniat berkunjung kediamannya di wilayah Mampang. Namun, tiba-tiba muncul beberapa orang yang menolak wakil gubernur DKI Jakarta non aktif tersebut. "Awalnya memang mau ke rumah saya, memang ada yang menolak, tapi itu bukan warga setempat. Warga setempat usir. Saya orang situ jadi tahu kalau mereka bukan warga setempat," kata Donny kepada wartawan.

Menurutnya, kehadiran Djarot memenuhi undangani warga Mampang. Bahkan, banyak warga antusias menyambut dirinya. "Saya rasa penolakan tersebut sistematis. Sebenarnya saat memanas saya sempat bilang ke Djarot untuk menghindar, tapi Djarot tidak mau," katanya. Sementara itu Arip, salah seorang warga setempat menyesalkan adanya penolakan terhadap Djarot. Hal itu tidak demokratis dan merusak kedamaian.

"Saya sesalkan tindakan tersebut. Kalau bisa jangan terjadi lagi deh," kata Arip. Sebelumnya, Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat sempat ditolak sekelompok orang saat blusukan di Mampang, Jakarta Selatan. Polisi menyebut para penolak tersebut disinyalir bukan warga Mampang.
Beberapa warga mulai melakukan penolakan kepada Cawagub nomor urut 2 itu dengan melakukan unjuk rasa di depan Pasar Bangka, Jalan Bangka Raya, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).

Warga Mampang Prapatan Usir Pengadang Kampanye Djarot | Equityworld Futures

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, kembali mendapatkan penolakan saat berkampanye di RW 13 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).
Namun, justru warga RW 13 sebenarnya mengusir massa yang aksi penolakan tersebut. Saat itu, pendemo memulai aksi unjuk rasa di Jalan Bangka Raya, untuk mengadang Djarot yang akan berkampanye ke Pasar Bangka.

Namun, juga ingin memastikan apakah berbagai program yang sudah gulirkan dengan pak Ahok dirasakan atau tidak oleh masyarakat "Kita lihat saja, faktanya di lapangan warga yang menolak bukanlah warga setempat," katanya. Salah satunya, saat Djarot kampanye di Karang Anyar, Sawah Besar. Justru masih banyak warga yang menyambut kehadirannya. Warga yang menolak Djarot pun justru kabur ketika ditanya identitasnya.

Lalu, mereka bergerak ke Jalan Pondok Karya IX karena Djarot sedang blusukan ke pemukiman warga. "Itu bukan warga sini. Itu pendemo cuma mau bikin geger aja di sini. Makanya kami usir," kata Sunarti (39) warga RT 08. Menurut Sunarti, warga mengetahui siapa saja yang sebenarnya warga asli. Karena itu, jika terjadi pengadangan, hal itu hanya sebagai bentuk provokasi. "Itu provokator. Warga menerima pak Djarot kok. Itu massa bayaran," kesalnya.

Sementara itu, Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol M Syafi'i mengatakan, dugaan sementara, massa pendemo memang bukan warga sekitar. "Massa tersebut melakukan pengadangan. Tapi disinyalir diduga itu bukan warga dari sini. Buktinya ada tandingannya," kata Syafi'i. Sementara itu, Djarot mengatakan bahwa ia mendatangi ke pemukiman warga, bukan sekedar berkampanye.

Penolakan dan "Ojo Wedi-wedi" ala Djarot | Equityworld Futures

Aksi penolakan di Pela Mampang, Mampang Prapatan pada Selasa (15/11/2016) menjadi kali keempat calon wakil gubernur DKI Jakart Djarot Saiful Hidayat ditolak saat blusukan.

Sepanjang hari itu pasca penolakan, tak tampak raut masam maupun ujaran kekesalan dari Djarot. Warga Pela Mampang menyemangatinya, putri Presiden pertama RI, Sukmawati Soekarnoputri, menguatkannya, dan warga Ragunan tertawa bersamanya. Begitu pula barisan relawan dengan teriakan 'Merdeka!' menunggu Djarot pada Selasa malam, saat ia dipanggil oleh Bawaslu untuk mengklarifikasi penolakan yang dialaminya di Kembangan.

"Jengkel juga berapa kali dihadang, pertama kali masih sabar di Kalibaru, kedua masih sabar di Kembangan, ketiga di Karanganyar masih sabar juga, tadi di Bangka dihadang juga, tapi warga Bangka marah, yang usir warga Bangka sendiri," kata Djarot mencurahkan isi hatinya ke warga Ragunan, Selasa.

"Kalau saya ini sabar, wong jowo itu sabar. Tapi sabar itu tidak identik dengan lemah, sabar itu harus didasarkan pada ketegasan," lanjutnya.

Curahan hati ini disertai 'kuliah' Djarot ke warga soal demokrasi. Ia memberitahu warga bahwa Pilkada adalah hal yang menyenangkan dan harusnya tidak membuat khawatir atau tegang. Ia meminta warga tidak takut dan menakut-nakuti.

Apalagi intimidasi dan pemaksaan kehendak. Ia meminta warga menyuarakan nuraninya, baik yang suka maupun tidak, pada 15 Februari nanti dari bilik tempat pemungutan suara (TPS). Djarot sempat berkelakar, bagi warga yang tak suka dengan pasangannya, Ahok, karena gaya bicaranya, bisa mencoblos maupun mencolok mulut Ahok nanti.

"Nek wong jowo ngeten ngomonge (Kalau orang jawa begini ngomongnya), yen wani ojo wedi-wedi, yen wedi ojo wani-wani (kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani). Saya ini wani, makanya enggak punya rasa takut. Karena benar, karena ikhlas, niat kami baik, tidak mau menyakiti saudara sendiri," ujar Djarot.

Keberanian Djarot ini, ditunjukkannya dengan beberapa kali menemui dan mengajak bicara pendemo yang menolak kehadirannya. Massa penolak memiliki agenda sama, menolak pasangan Ahok-Djarot dengan menuding mereka sebagai penista agama.

Mengganggu kampanye

"Setelah itu nanti kami laporkan ke Gakkumdu (penegakkan hukum terpadu). Apakah berkas-berkas yang sudah dikumpulkan mencukupi atau tidak. Kalau tidak, masih membutuhkan keterangan-keterangan kami akan bantu," kata Jufri. 

Hingga kesekian kali aksi penolakan dan penghadangan terjadi kepada pasangan Ahok-Djarot, belum ada penindakan serius dari kepolisian yang mengawal maupun dari Bawaslu. Laporan Djarot soal penolakan di Kembangan akan jadi acuan penindakan terhadap penolakan.

Saat penolakan di Pela Mampang, Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Safi'i mengatakan penanganan massa penolak adalah kewenangan Panwaslu. Sebanyak 50 personel yang diturunkan di Pela Mampang hanya menghalau demonstran yang mencoba menghadang Djarot. Ia mengatakan jika massa terus-terusan memaksa, ia akan menangkap mereka. "Belum ranah pidana," ujarnya.

Adapun Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Jufri, mengatakan di lokasi, pihaknya hanya sekedar menyampaikan ke masyarakat untuk tidak menghalangi kampanye dan mengawasi. Dari segi keamanan, sudah menjadi tanggung jawab kepolisian untuk mengamankan. "Kalau sudah melanggar pidana ya bisa saja (diproses oleh kepolisian)," kata Jufri.

Aturan mengganggu kampanye tertuang dalam Pasal 187 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang.

Pasal 187 Ayat 4 tersebut berbunyi, "Setiap orang yang dengan sengaja mengacaukan, menghalangi, atau mengganggu jalannya Kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp 6.000.000,00 (enam juta rupiah)".

Pihak Bawaslu kini tengah memproses penolakan terhadap Djarot di Kembangan dan sudah memeriksa enam saksi termasuk Djarot dan tim kampanyenya. Jika terbukti ada pelanggaran pidana, statusnya akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.


Equityworld Futures

0 Response to "Penolak Kampanye Djarot Bukan Warga Mampang | Equityworld Futures"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Social media

PT Equityworld Futures

  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures Medan
  • PT Equityworld Futures Semarang
  • PT Equityworld Futures SSC
  • PT Equityworld Futures Manado
  • PT Equityworld Futures Surabaya
  • PT Equityworld Futures Samarinda
  • PT Equityworld Futures Cyber 2
  • PT Equityworld Futures Pusat
  • PT Equityworld Futures Pusat
  • PT Equityworld Futures Pusat

POPULAR POSTS

  • Jokowi Minta Aset TNI Didata Ulang | Equityworld Futures
    Presiden Joko Widodo meminta agar dilakukan pendataan ulang aset-aset TNI. Hal ini menurut dia bertujuan untuk optimalisasi aset TNI. Jok...
  • 6 Orang Tewas Disekap Perampok di Pulomas | Equityworld Futures
    Enam orang meninggal dunia diduga akibat kehabisan oksigen setelah disekap perampok di ruangan berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, di sebuah...
  • Wakasal Arie Sembiring Meninggal Dunia | PT Equityworld
    Arie meninggalkan seorang istri, Ny. RR Maria Dian Marliana, dan tiga orang anak, Claudia Mary Josephine Sembiring Meliala, Antonius Anta...
  • 11 Ribu Peserta Ikuti Apel Nusantara Bersatu di Papua | Equity World
    Sekitar sebelas ribu warga dari berbagai kalangan mengikuti apel Nusantara Bersatu di Jayapura, Papua hari ini. Tokoh lintas agama mengaj...
  • KAI Gelar Bazar UMKM di 14 Stasiun | PT Equityworld
    PT Kereta Api Indonesia menggelar bazar usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di 14 stasiun sebagai bentuk sinergi perusahaan Badan Usaha M...
  • Harga Emas Antam Naik Rp1.000 | Equityworld Futures
    Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mengalami kenaikan harga pada hari ini. Tercatat, harga emas antam naik Rp1...
  • Jokowi Resmikan PLBN Entikong | Equity World
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat, Rabu (21/12/2016). Jokowi dan Iriana ...
  • Anies: Republik ini Dirancang Melindungi Semua Golongan | Equityworld Futures
    Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan akan memberi perhatian mengenai persatuan di Jakarta. Hal ini disampaikan pad...
  • Hak Politik Ratu Atut Dicabut |
    Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, tidak bisa memilih saat Pemilihan Gubernur Banten pada bulan Februari 2017 mendatang. Hal ini...
  • Pengacara Optimis Hakim Tak Lanjutkan Kasus Ahok | Equityworld Futures
    Sidang dengan agenda putusan sela kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar sebentar lagi. Hakim ...

PT Equityworld Futures

Memuat...

Label

  • Equity World
  • Equityworld Futures
  • equityworlf futures
  • PT Equityworld
  • PT Equityworld Futures Pusat
Copyright 2014 PT. Equityworld Futures. All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger