Posted by PT. Equityworld Futures on Minggu, 13 November 2016
Supermoon atau bulan sempurna bakal tampak hampir di seluruh penjuru dunia pada Senin (14/11/2016) petang. Namun, fenomena yang terjadi terakhir kali pada 26 Januari 1948 ini kemungkinan tak bisa dilihat secara utuh oleh warga Kota Palembang, menyusul cuaca dalam beberapa hari ini.
Berdasarkan pengamatan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Palembang, saat itu akan terjadi hujan lokal merata di seluruh wilayah Bumi Sriwijaya. "Perkiraan dari petang hingga sore harinya terjadi hujan dengan intensitas ringan," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Agus Santosa, Minggu (13/11/2016).
Agus mengaku tak dapat memastikan apakah supermoon bakal terlihat di Palembang atau tidak. Sebab, wewenang tersebut kembali ke tim Lapan. "Pastinya cuaca khususnya sore hari dipastikan mendung," terang dia.
Bulan Purnama perigee yang akrab disebut supermoon tersebut akan membuat jarak antara Bumi dan Bulan hanya sekitar 356.509 kilometer saja. Sejak dua pekan sebelum supermoon ini, Bulan juga akan berada di titik terjauh (apogee) dari Bumi tahun ini, yakni pada 31 Oktober 2016.
Jarak Bumi-Bulan saat apogee akan mencapai 406.662 kilometer. Perbedaan jarak antara apogee pada 31 Oktober dengan perigee pada 14 November akan lebih dari sekitar 50.000 kilometer. Supermoon pada 14 November akan bertepatan dengan fase Bulan Purnama, yang terjadi tepatnya pukul 20.52 WIB. Dengan begitu, kita akan melihat diameter sudut Bulan Purnama yang lebih besar dari Bulan Purnama yang terjadi pada 68 tahun terakhir.
Jangan Lupa, Malam Ini Kamu Harus Lihat Supermoon Paling Terang! | Equity World
Menatap langit pada malam hari bukan lagi menjadi hal yang istimewa. Lantaran, setiap malamnya kamu hanya melihat langit dari sela-sela gedung gedung pencakar langit. Tapi, malam ini kamu harus mencari spot yang asyik untuk menatap langit! Soalnya, ada supermoon terbesar, terterang sepanjang hampir 70 tahun terakhir ini.
NASA juga menambahkan, supermoon yang sebesar ini, seterang, dan sedekat ini dengan Bumi tak akan terjadi lagi, hingga 25 November 2034! Karena itu, kamu jangan sampai tak menyaksikan Bulan Purnama yang megah nanti malam, ya! Jangan lupa juga untuk mengabadikan momen yang sangat jarang sepanjang sejarah.
Supermoon, dilansir dari LA Times, sebenarnya adalah Bulan Purnama. Tapi, Bulan Purnama nanti malam (14/11) sangat istimewa. Lantaran Bulan mencapai fase penuh dan berada di titik paling terdekat dengan Bumi. Soalnya, jalur Bulan saat mengelilingi Bumi berbentuk agak oval, sehingga, ada kalanya Bulan berjarak sangat dekat dengan planet kita.
Jarak terdekat disebut perigee. Sementara jarak terjauh disebut apogee. Kepada The Independent, NASA mengatakan Bulan Purnama kali ini bukan hanya Bulan Purnama yang paling dekat sepanjang tahun 2016, tapi juga terdekat sepanjang abad 21 ini. "Bulan Purnama pada 14 November bukan hanya paling dekat sepanjang tahun 2016, tapi juga paling dekat di abad 21 ini," NASA mengumumkan.
Lima Fakta Supermoon 14 November 2016 | Equity World
Penduduk Bumi hari ini akan disuguhi pemandangan Bulan yang tidak biasa. Berbeda dari penampilannya selama 70 tahun belakangan, malam ini bulan akan terlihat jauh lebih besar. Fenomena ini biasa disebut Supermoon. Badan Antariksa Amerika (NASA) menyebutkan bahwa Supermoon yang terjadi pada 14 November ini 15% lebih besar daripada bulan terkecil sepanjang tahun. Bulan ini juga tidak akan muncul sebesar itu lagi hingga 2034.
'Supermoon' Tidak Ilmiah Para astronom tidak menyebut fenomena ini Supermoon karena tidak memiliki dasar ilmiah. Mereka menyebutnya bulan perigee-Syzygy. Istilah Supermoon diciptakan 30 tahun yang lalu oleh seorang peramal.
Supermoon terakhir kali muncul pada 1948. Fenomena ini terjadi karena orbit elips bulan yang mengelilingi Bumi. Namun sebelum Anda menonton Supermoon nanti malam, ada beberapa fakta yang perlu Anda ketahui sebagaimana dilaporkan IBTimes, Senin (14/11/2016):
Bulan Berang-Berang Supermoon di perngahan November biasa disebut ‘Mega Beaver Moon’ di AS untuk penjajah dan suku Algonquin. Bagi mereka, Supermoon pada November datang pada tahun ketika perangkap berang-berang yang dibuat di rawa sebelum airnya membeku.
Posisi Bulan Bulan akan berada di 221.519 mil dari Bumi saat mencapai titik maksimal Senin malam. Saat mencapai titik terdekat pada 25 November 2034, bulan akan lebih dekat pada bumi 221.488 mil.
Isu Bencana Supermoon dapat membawa pasang surut terbesar tahun ini, namun variasi tidak cukup besar untuk menjelaskan gempa bumi, banjir, atau gunung berapi.
Besarnya Relatif Efek supermoon mungkin menjadi bagian ilusi optik. Mata manusia melihat ukuran bulan yang lebih besar secara relatif tergantung pada benda-benda di sekitar obyek.