Posted by PT. Equityworld Futures on Jumat, 11 November 2016
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka jeblok alias turun tajam meski pada penutupan kemarin berhasil di zona hijau. IHSG dibuka anjlok 74,42 poin atau 1,37% ke level 5.375,88 di tengah variatifnya bbursa saham Asia. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik hingga 35,99 poin atau 0,66% ke level 5.450,31 pada saat bursa saham Asia melambung.
Sektor saham di dalam negeri pada pagi ini semuanya berada di jalur negatif. Di mana sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor aneka industri yang turun 2,55% disusul sektor infrastruktur yang turun 2,01%. Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp80 miliar dengan 27 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp18,86 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp34,12 miliar dan aksi beli sebesar Rp15,26 miliar. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 10 saham menguat, 40 saham melemah dan 2 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik Rp20 menjadi Rp2.100, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik Rp20 menjadi Rp715, dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) naik Rp14 menjadi Rp410. Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.950 menjadi Rp66.000, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), naik Rp775 menjadi Rp16.325, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik 300 menjadi Rp8.000.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/11/2016), bursa saham Asia variatif sementara USD tercatat menguat secara luas. Hal ini dikarena imbal hasil obligasi AS melonjak atas harapan kebijakan AS Presiden terpilih Donald Trump akan mencadangkan inflasi. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2% dengan Indek di Korea turun 0,5%. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 juga naik lebih dari 1% berkat pelemahan yen. Sementara Wall Street, Indeks S & P 500 naik 0,2% sementara Dow Jones industrial average naik 1,2% mencapai rekor tinggi sebelumnya yakni pada Agustus hampir 1%. Sebaliknya, Indeks Nasdaq turun 0,81% terbebani sektor teknologi dengan saham Apple jatuh 2,8%.
IHSG langsung anjlok 3,3% di perdagangan pagi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok di perdagangan pagi, Jumat (11/11). Indeks merosot 174 poin atau 3,3% menjadi 5.276,10. pukul 09:05 WIB. Aksi penjualan oleh investor asing masih berlanjut. Sepagi ini, net sell asing sudah mencapai Rp 228,3 miliar.
Sebanyak 187 saham bergerak melemah, menyisakan 22 saham yang menguat, sedangkan 67 lainnya bergeming. Alhasil, sepuluh sektor di bursa memerah. Sektor industri dasar turun sampai 3,52%, diikuti sektor keuangan 3,21%. IHSG tak sendirian melemah di Asia. Indeks Kospi di Seoul melemah 0,81% pagi ini, Indeks Malaysia KLCI turun 1,18% dan Singapura melemah 0,36%.
Bursa Asia memang tak sejalan dengan penguatan bursa AS kemarin. Pasar AS memperkirakan kebijakan Donald Trump yang fokus pada perlindungan ekonomi domestik dan ekspansi fiskal akan mendorong inflasi AS. Ini menyebabkan yield surat utang AS kembali meningkat ke level tertinggi sepuluh bulan terakhir. Duit kembali ke kampung halaman, mendorong penguatan dollar AS yang dipercaya menjadi penyebab melemahnya bursa-bursa Asia saat ini.
Namun, dengan pelemahan yen, indeks Jepang berkibar. Indeks Topix melaju 1,05% sedangkan Nikkei 225 menguat 1%. Saham Shanghai di China bergerak datar dengan penguatan 0,02%, dan Hang Seng turun 1,4%.
IHSG Dibuka Terperosok 2,04% ke 5.339
Mengawali perdagangan Jumat (11/11/2016), IHSG dibuka terperosok 110,922 poin (2,04%) ke 5.339,384. Sementara indeks LQ45 dibuka terjerembab 27,366 poin (2,95%) ke 900.715. Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 35,985 poin (0,66%) ke 5.450,306. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 4,769 poin (0,52%) ke 926.218.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di akhir pekan bergerak di zona merah. IHSG langsung dibuka terperosok hingga 2% lebih. Pada perdagangan preopening, IHSG bergerak merosot 69,665 poin (1,28%) ke 5.380,641. Sementara indeks LQ45 bergerak menukik 17,554 poin (1,90%) ke 908.664.
Sementara di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) melesat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka meroket hingga ke level Rp 13.485 dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.157.
Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:
Indeks Nikkei 225 naik 205,68 poin (1,19%) ke 17.550,10
Indeks Hang Seng turun 180,20 poin (0,79%) ke 22.658,91
Indeks SSE Composite turun 4,07 poin (0,13%) ke 3.167,87
Indeks Straits Times turun 8,45 poin (0,27%) ke 2.826,52