Ivanka Trump berhasil memukau dunia dengan pidato pembuka pada kongres Partai Republik (21/7) yang mengantarkan Donald Trump terpilih sebagai kandidat Presiden menggantikan Barack Obama.
Harus diakui memang banyak yang tidak menyangka akan kemenangan Trump ini. Pasalnya, pada debat-debat kandidat sebelumnya, Hillary berhasil memukau dengan gagasan-gagasan menariknya. Namun hasil pemilihan berbalik, dan Trump berhasil mengalahkan Hillary Clinton dengan hasil begitu tipis.
Terlepas dari pendapat kontroversial tentang Donald Trump, ada yang berhasil mencuri perhatian di balik sosoknya, yakni puterinya yang bernama Ivanka Trump.
Seperti dilansir dari foxnews.com, Pada pidato tersebut ia menyebutkan bahwa Trump merupakan ayah yang berjuang keras bagi keluarganya. Sehingga, bagi Ivanka ayahnya merupakan orang yang tepat untuk berjuang bagi negaranya.
Selain cantik, Ivanka juga dikenal sebagai wanita yang sukses mengelola bisnis properti di bawah bendera Trump Organization.
Kemenangan Donald Trump menjadi Presiden AS yang terbilang cukup mengejutkan dan menjungkirbalikan prediksi banyak orang, ternyata berdampak panjang. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya cibiran pedas, baik dari masyarakatnya sendiri ataupun dari masyarakat yang berada di luar AS.
Seperti dilansir dari time.com, Ivanka menyatakan keberhasilan mengelola bisnis properti ditentukan pada proses negosiasi. Ibu satu anak ini dalam karirnya berhasil membangun ulang sebuah gedung di Pennsylvania Avenue Washington DC dan mengakuisisi resort dan spa yang dijadikan sebagai hadiah ulang tahun anaknya, Arabella.
Pada proses negosiasi, Ivanka meyakini setidaknya terdapat tujuh hal yang harus diperhatikan agar berhasil:
Berpikir jangka panjang
Hal yang harus dipertimbangkan adalah apakah negosiasi ini akan menjadi langkah awal yang cepat berakhir ataukah memiliki potensi hubungan jangka panjang. Sering kali, negosiasi yang baik akan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jadi sebaiknya tidak tergesa-gesa untuk mengejar kesepakatan karena memang butuh waktu untuk menentukan bahwa Andalah yang jadi pemenangnya. Anggaplah sebuah negosiasi ini akan selalu memberikan keuntungan meski tidak untuk hari ini, tetapi setidaknya untuk jangka panjang.
Cobalah memahami tujuan orang lain
Percayalah, tidak hanya Anda yang memiliki tujuan dalam proses negosiasi ini. Jadi tidak ada salahnya mencoba memahami tujuan lawan negosiasi Anda. Negosiasi akan berkutat pada hal uang, batas perjanjian, dan tentang emosional. Namun agar negosiasi berhasil, janganlah fokus kepada hasil yang bersifat ekonomis. Tetapi berpkir bagaimana bisa menyiapkan antisipasi minimal yang bisa diambil.
Mempersiapkan diri secara matang
Penting bagi Anda untuk mempersiapkan diri secara matang sebelum melakukan negosiasi. Misalnya, saat Anda hendak bernego tentang kenaikan gaji, Anda harus melakukan penelitian dan mengetahui nilai pasar Anda. Dengan mengantongi informasi terbaru tentu posisi tawar Anda akan kuat, sehingga mendukung pernyataan Anda.
Jangan bernegosiasi via email
Anda tentu tidak mengira, bahwa membalas email yang bersifat menanyakan atau mengonfirmasikan sesuatu ternyata bisa berdampak negatif. Jadi, menurut Ivanka sebaiknya lakukan konfirmasi dan negosiasi melalui tatap muka. Tujuannya guna menghindari kesalah pahaman di antara kedua belah pihak.
Tetapkan tujuan Anda dengan jelas
Sebelum bernegosiasi, langkah pertama adalah menetapkan tujuan hidup Anda dengan jelas. Tujuan yang baik akan tertuang pada perencanaan yang dirancang, khususnya yang dapat mendukung tujuan Anda. Bahkan, dalam perencanaan jangan lupa untuk menyisipkan strategi tambahan.
Lebih banyak mendengarkan dibandingkan berbicara
Saat seseorang merasa tidak nyaman, mereka akan lebih memilih diam. Namun di sini, biarkan lawan negosiasi Anda untuk berbicara banyak sehingga Anda hanya mendengarkan dengan seksama. Diam adalah emas, dengan diam Anda bisa menggali informasi lebih banyak.
Sering-seringlah berlatih
Terakhir, sering-seringlah melatih negosiasi Anda. Hal yang sederhana saja. Misalnya, cobalah untuk meminta diskon saat datang ke sebuah hotel. Atau, mintalah untuk mengganti nomor ponsel Anda meskipun tidak memiliki alasan yang jelas. Menurut Ivanka, kemampuan negosiasi adalah hal yang menyenangkan.
TOP FASHION: Serbabiru, Tampilan Ivanka dan Tiffany Trump saat Pidato Kemenangan Donald Trump | Equity World
BERBEDA dengan Melania Trump yang tampil serbaputih saat pidato kemenangan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, Rabu, 9 November 2016, kemarin. Ivanka dan Tiffany Trump justru memilih busana warna biru dalam pidato kemenangan sang ayah. Ivanka Trump sendiri mengenakan cocktail sleeveless dress dengan detail lipit lebar pada bagian roknya.
Penampilannya malam itu bak Putri Elsa dalam animasi Frozen versi modern. Detail perhiasan di bagian kerah gaun kian mempercantik tampilan perempuan 22 tahun tersebut. Sebagai padanannya, Tiffany mengenakan sepatu hak berwarna nude. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai dengan memberi efek wavy.
Diketahui dress tersebut merupakan rancangan Alexander McQueen. Penampilannya hanya dilengkapi dengan strappy heels warna silver. Sementara, tata rias dan rambutnya tampak dibuat sealami mungkin. Senada dengan Ivanka, Tiffany Trump mengenakan mini dress berbahan satin dan taffeta rancangan Anne Bowen.
Donald Trump Menang Pilpres AS, Akankah Ivanka Trump Jadi Menteri? | Equity World
Peran Ivanka Trump dalam kemenangan ayahnya, Donald Trump di pemilihan presiden Amerika Serikat, dianggap lebih menonjol dari ibu tirinya, Melania Trump. Kini saat ayahnya jadi presiden terpilih, dia pun diprediksi duduk di kursi menteri.
Sejak Donald mencalonkan diri menjadi presiden Amerika, Ivanka memiliki peran besar mulai dari memperkenalkan ayahnya ke seluruh warga Amerika Serikat dalam Konvensi Nasional Partai Republik hingga berbicara mengenai kebijakan yang akan diterapkan sang ayah jika menjadi presiden. Wanita 35 tahun itu juga kerap memberikan pembelaan yang pintar ketika ayahnya ataupun dirinya diserang kritik.
Sebagai anak sulung Donald, Ivanka tak henti-hentinya memberikan dukungan pada ayahnya yang kerap dikritik karena berbagai kasus, seperti kasus pelecehan wanita. Pernah dalam wawancara dengan Sunday Times of London, ibu dua anak itu mengatakan ayahnya sebenarnya seorang feminist.
Seperti ketika sekelompok orang menyatakan boikot pada produk fashion buatannya, Ivanka memilih menanggapinya dengan santai. ""Menyenangkannya hidup di Amerika adalah orang bisa melakukan apapun yang mereka mau. Tapi aku lebih suka bicara pada jutaan, 10 juta wanita Amerika yang merasa terinspirasi dengan brand milikku dan pesan yang coba aku sampaikan," demikian kata Ivanka saat diwawancara Good Morning America.
"Itulah alasannya aku menjadi wanita seperti sekarang aku ini," ujar Ivanka. Sehari-harinya, sebagai anak dari Donald Trump, Ivanka ikut membantu mengelola usaha ayahnya. Dia juga memiliki bisnis sendiri yang bergerak di bidang fashion.
"Aku mencoba memberdayakan para wanita di semua aspek kehidupan mereka. Dan aku sudah melakukan ini jauh sebelum kampanye presiden," ujar istri dari Jared Kushner itu.
Selain menjadikan dirinya sebagai contoh sukses bagaimana Donald mendidik anak, Ivanka juga kerap meyakinkan pada para calon pemilih ayahnya semasa kampanye bahwa pria berambut pirang itu adalah sosok yang baik. Kepada dirinya dan keempat saudaranya, sang ayah selalu menanamkan nilai-nilai positif dalam menjalani kehidupan.
"Dia menunjukkan pada kami bagaimana menjadi tahan banting, bagaimana menghadapi tantangan dan bagaimana berusaha dalam segala hal yang kami lakukan. Dia mengajarkan kami bahwa tidak ada yang tidak bisa kami capai jika kami memiliki visi dan semangat serta etika kerja yang baik," tuturnya.
Melalui lini busananya, ia berusaha mengkampanyekan dukungannya pada wanita bekerja. Dia menggunakan hashtag #WomenWhoWork di banyak postingan media sosialnya sebagai bentuk solidaritasnya pada wanita bekerja. Dia bahkan merilis buku berjudul Women Who Work: Rewriting the Rules for Success.
Selama masa kampanye, Donald sendiri juga sering memuji Ivanka. Menurut pengusaha kaya itu, putrinya punya pengaruh besar dalam pembuatan kebijakan mengenai pengasuhan anak-anak dan undang-undang tenaga kerja. Saat kampanye di Iowa misalnya, dia menyebut Ivanka mendorongnya sangat keras agar bisa membuat kebijakan biaya pengasuhan anak lebih terjangkau dan mudah diakses.
Dengan segala keterlibatan Ivanka tersebut tidak mengherankan jika kini muncul pertanyaan, mungkinkah Ivanka juga duduk dalam kabinet menteri ayahnya. Pertanyaan itu pernah diajukan kepada Donald pada Agustus 2016. Dan dia bilang, "Orang-orang memang selalu bilang padaku aku harus memasukkan Ivanka sebagai menteri. Dia memang sangat populer dan telah bekerja sangat bagus. Kalian semua tahu bagaimana Ivanka."
Meski berpeluang menjadi menteri dalam kabinet ayahnya, Ivanka belum pernah membuat pernyataan terkait hal tersebut. Dia lebih memilih fokus pada bisnisnya dan keluarganya. Sehari setelah ayahnya dinyatakan menang pemilihan presiden Amerika Serikat pun dia tampak langsung kembali bekerja. Donald sendiri pun pernah bilang, dia tidak akan memikirkan berbagai perusahaan yang dimilikinya karena dia memiliki Ivanka dan putranya Eric yang bisa mengelola semuanya.