PT. Equityworld Futures

Official Website

  • PT Equityworld Futures
  • Profil PT Equityworld Futures
  • Legalitas PT Equityworld Futures
  • Fasilitas dan Layanan PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures Linkedin
  • DROPDOWN MENU
Home » Equity World » Equityworld Futures » PT Equityworld » Isu Gulingkan RI-1, Itu Pesanan dari Luar | Equity World

Isu Gulingkan RI-1, Itu Pesanan dari Luar | Equity World

Posted by PT. Equityworld Futures on Kamis, 29 Desember 2016
Label: Equity World, Label: Equityworld Futures, Label: PT Equityworld


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan isu serbuan tenaga kerja asing ilegal yang masuk ke Indonesia merupakan pengalihan wacana yang dihembuskan pihak luar. Ini agar bangsa Indonesia terlena dalam menghadapi persoalan dunia. Sebab, kata dia, kekayaan alam Indonesia saat ini sedang menjadi rebutan beberapa negara antara lain Tiongkok dan Australia.

Fakta itu dia buktikan dengan munculnya kabar mengenai penganiayaan terhadap Ketua FPI Habib Rizieq Shihab oleh oknum TNI Kostrad pada 20 November 2016. Ternyata, setelah diteliti, kabar tersebut muncul dari Internet Protocol (IP) yang berasal dari Australia. " Itu bukti, kita dipecah belah oleh isu dari luar," ucap dia.

" Kita dibelokkan dengan isu-isu seperti ini," kata Gatot di auditorium Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, kemarin. Begitu halnya dengan munculnya propaganda kebangkitan komunisme di Indonesia. Salah satu isu yang mencuat ialah permintaan maaf Presiden Joko Widodo terhadap Partai Komunis Indonesia.

Padahal, kata Gatot, sesungguhnya yang terjadi adalah wilayah barat Indonesia akan dicaplok oleh Tiongkok. Sementara wilayah Timur Indonesia terancam jadi milik Amerika Serikat. " Saya perlu mengingatkan, tujuannya memprovokasi rakyat, adu domba, dan memecah belah bangsa," ucap dia.

Bahkan, lebih lanjut dia menjelaskan, isu penggulingan RI-1 yang menunggangi demonstrasi 'Penjarakan Ahok' merupakan aksi yang ditunggangi kepentingan asing. Desain isu penggulingan RI-1 yang dihembuskan, mirip dengan upaya kericuhan di negara-negara Semenanjung Arab. " Gulingkan RI-1 itu pesanan dari luar. Saya buktikan dan saya pastikan," ujar dia.

Panglima TNI Curiga Isu Serbuan Tenaga Kerja China untuk Memecah Bangsa | Equity World


Kabar soal masuknya tenaga kerja asal Tiongkok ke Indonesia dalam jumlah yang tidak wajar tidak lah betul. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa kabar tidak benar atau "hoax" itu kemungkinan memang sengaja disebarkan oleh kelompok tertentu.

"Tujuannya untuk membingungkan, memprovokasi rakyat, mengadu domba, mengancam perstuan dan kesatuan bangsa," ujarnya. Siapa yang berkepentingan untuk meruntuhkan NKRI, kemungkinan besar yang berkepentingan adalah orang asing.

"Presiden (sudah) mengatakan (tenaga kerja) dari Tiongkok itu (jumlahnya) sangat kecil sekali, jangan ditambah-tambahi," ujar Gatot Nurmantyo dalam pemaparannya di kantor PP. Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2016). Kelompok yang sama atau keungkinan memiliki kepentingan yang sama juga menyebar kabar bohong soal maraknya kembali ajaran komunis.

Padahal di negara-negara yang disebut sebagai negara komunis seperti Tiongkok dan Rusia, ideologi tersebut sudah tidak diterapkan secara utuh. "Kita dibelokkan dengan cara seperti itu. Kalau yang namanya komunis, TNI pasti siap (bertindak), tidak usah dikomando. Umat Islam juga pasti siap," terangnya.

Gatot Nurmantyo mengaku curiga kabar bohong yang beredar di masyarakat sengaja disebarkan, untuk memecah belah anak bangsa. Atau setidaknya agar bangsa Indonesia disibukan oleh konflik internal, sehingga perhatiannya atas permasalahan yang sebenarnya bisa teralih.


Panglima TNI Ajak Seluruh Anak Bangsa Berjuang demi NKRI | Equity World


Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh anak bangsa berjuang dan bergotong-royong demi Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI). Perjuangan yang dimaksud Gatot adalah masyarakat Indonesia agar tidak terpecah belah dan negara bisa terus membangun. Itu tak lain karena menurutnya, persatuan bangsa harus terus dipelihara dan dijaga dengan baik.

Menurutnya, perlu ada dukungan dari rakyat, sehingga harapan menjaga NKRI bisa terwujud. “TNI tidak bisa berjuang sendiri untuk menjaga NKRI, harus bersama-sama rakyat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bersama TNI,” ucap Gatot.

Persatuan tersebut, menurutnya bisa dipelihara dengan menghilangkan egosentris pribadi dan kelompok sehingga dapat menghadirkan nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika yang hakiki. Bhinneka Tunggal Ika itulah yang memurutnya adalah pemersatu Bangsa Indonesia.

“Bhinneka Tunggal Ika adalah Centre of Gravity yang harus dipegang, jangan sampai lepas sebagai pemersatu bangsa dan Bung Karno pernah mengatakan, pekerjaanku lebih mudah karena mengusir penjajah dan perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,” kata Gatot dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (29/12).

Gatot juga mengharapkan, para pemuda dapat berdiri paling depan untuk menjaga kedaulatan bangsa dengan cara berjuang dan bergotong royong. Itu tak lain karena menurutnya, TNI saja tidak cukup untuk menjaga kedaulatan bangsa.




Equity World




0 Response to "Isu Gulingkan RI-1, Itu Pesanan dari Luar | Equity World"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Social media

PT Equityworld Futures

  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures Medan
  • PT Equityworld Futures Semarang
  • PT Equityworld Futures SSC
  • PT Equityworld Futures Manado
  • PT Equityworld Futures Surabaya
  • PT Equityworld Futures Samarinda
  • PT Equityworld Futures Cyber 2
  • PT Equityworld Futures Pusat
  • PT Equityworld Futures Pusat
  • PT Equityworld Futures Pusat

POPULAR POSTS

  • Jokowi Minta Aset TNI Didata Ulang | Equityworld Futures
    Presiden Joko Widodo meminta agar dilakukan pendataan ulang aset-aset TNI. Hal ini menurut dia bertujuan untuk optimalisasi aset TNI. Jok...
  • 6 Orang Tewas Disekap Perampok di Pulomas | Equityworld Futures
    Enam orang meninggal dunia diduga akibat kehabisan oksigen setelah disekap perampok di ruangan berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, di sebuah...
  • Wakasal Arie Sembiring Meninggal Dunia | PT Equityworld
    Arie meninggalkan seorang istri, Ny. RR Maria Dian Marliana, dan tiga orang anak, Claudia Mary Josephine Sembiring Meliala, Antonius Anta...
  • 11 Ribu Peserta Ikuti Apel Nusantara Bersatu di Papua | Equity World
    Sekitar sebelas ribu warga dari berbagai kalangan mengikuti apel Nusantara Bersatu di Jayapura, Papua hari ini. Tokoh lintas agama mengaj...
  • KAI Gelar Bazar UMKM di 14 Stasiun | PT Equityworld
    PT Kereta Api Indonesia menggelar bazar usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di 14 stasiun sebagai bentuk sinergi perusahaan Badan Usaha M...
  • Harga Emas Antam Naik Rp1.000 | Equityworld Futures
    Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mengalami kenaikan harga pada hari ini. Tercatat, harga emas antam naik Rp1...
  • Jokowi Resmikan PLBN Entikong | Equity World
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat, Rabu (21/12/2016). Jokowi dan Iriana ...
  • Anies: Republik ini Dirancang Melindungi Semua Golongan | Equityworld Futures
    Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan akan memberi perhatian mengenai persatuan di Jakarta. Hal ini disampaikan pad...
  • Hak Politik Ratu Atut Dicabut |
    Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, tidak bisa memilih saat Pemilihan Gubernur Banten pada bulan Februari 2017 mendatang. Hal ini...
  • Pengacara Optimis Hakim Tak Lanjutkan Kasus Ahok | Equityworld Futures
    Sidang dengan agenda putusan sela kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar sebentar lagi. Hakim ...

PT Equityworld Futures

Memuat...

Label

  • Equity World
  • Equityworld Futures
  • equityworlf futures
  • PT Equityworld
  • PT Equityworld Futures Pusat
Copyright 2014 PT. Equityworld Futures. All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger