Posted by PT. Equityworld Futures on Senin, 14 November 2016
Selama masa jabatan Galliani tersebut, AC Milan di antaranya sukses memenangi lima trofi Piala/Liga Champions, serta delapan gelar scudetto. Selain itu, Galliani juga dikenal sebagai juru transfer Rossoneri. Ia berjasa mendatangkan pemain-pemain besar ke AC Milan, seperti contohnya Filippo Inzaghi, Andriy Shevchenko, hingga Zlatan Ibrahimovic.
Direktur Umum Juventus, Giuseppe Marotta mendukung penuh Chief Executive Officer (CEO) AC Milan, Adriano Galliani, untuk menjadi Presiden Lega Serie A selanjutnya. Posisi Galliani sebagai CEO AC Milan diperkirakan tidak akan bertahan lama, menyusul proses peralihan saham mayoritas klub oleh konsorsium asal China, Sino-Europe Sports.
Jika nanti benar-benar angkat kaki dari San Siro, Galliani diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai Presiden Lega Serie A. Ide tersebut didukung penuh oleh Marotta. Pria yang menjabat Direktur Umum Juventus sejak 2010 itu percaya bahwa Galliani punya kapasitas mengelola kompetisi sepak bola profesional Italia.
Saat ini, jabatan Presiden Lega Serie A masih dipegang oleh Maurizio Beretta sejak 2010. "Galliani memiliki profil yang sangat cocok untuk menjadi Presiden Lega Serie A," ujar Marotta seperti dikutip dari Football Italia, Senin (14/11/2016).
"Dia punya banyak pengalaman, kebijaksanaan, dan keahlian di bidang hak siar televisi dari perspektif olahraga," ucap Marotta melanjutkan. Galliani, yang kini telah berusia 72 tahun, bekerja di lingkungan manajemen AC Milan sejak 1986. Ia berkontribusi membawa klub meraih berbagai prestasi domestik dan internasional.
Lewis Hamilton dan Nico Rosberg Berburu Gelar di Abu Dhabi | Equityworld Futures
Lewis Hamilton berhasil memaksa Nico Rosberg untuk bertarung memperebutkan gelar juara dunia pembalap Formula1 2016 sampai seri balapan terakhir tahun ini yaitu Grand Prix Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di Sirkuit Yas Marina, 27 November mendatang.
Hamilton juga telah memimpikan kemenangan di Interlagos sejak menyaksikan pembalap Brasil idolanya, Ayrton Senna, menjadi juara di sirkuit ini pada 1991. “Ini adalah hari bersejarah bagi saya. Bisa berdiri di podium Brasil tempat Ayrton begitu dipuja," katanya.
Hal ini terjadi setelah Hamiton memenangi Grand Prix Brasil di Sirkuit Jose Carlos Pace, Interlagos, Sao Paulo, kemarin. Juara dunia F1 2008, 2014, dan 2015 dari Inggris ini membuat Rosberg harus puas finis di urutan kedua. Padahal, bila menang di Brasil, Rosberg akan menjadi juara dunia F1 untuk pertama kali sepanjang karier pembalap Jerman berusia 31 tahun ini.
Inilah rivalitas paling sengit di antara dua pembalap tim Mercedes tersebut sejak mereka bermitra dalam empat tahun terakhir. Hamilton tampil agresif sejak meraih waktu tercepat dalam sesi kualifikasi sehingga meraih urutan start terdepan atau pole. Rosberg terus menempel di belakang rekan setimnya ini.
Kemenangan Hamilton pada GP Brasil memotong ketertinggalan perolehan raihan poinnya dengan pemimpin klasemen, Rosberg, dari 19 menjadi 12 angka. Padahal, seri kejuaraan dunia F1 tahun ini tinggal menyisakan satu balapan. “Saya sedang berburu. Tim telah memberikan saya mobil yang bagus. Abu Dhabi adalah salah satu trek yang baik bagi saya,” kata Hamilton.
Ia bakal mendapat tantangan berat pada Grand Prix Abu Dhabi. Ia hanya bisa mempertahankan gelar juara dunia jika menang di Yas Marina dan pada saat yang sama Rosberg gagal finis di urutan ketiga. Rosberg memuji perjuangan rekan setimnya ini. “Hamilton melakukan balapan dengan hebat kali ini. Padahal kondisinya sangat sulit.”
Bagi Hamilton menjadi yang tercepat di Brasil merupakan kemenangan ke-52 sepanjang karirnya. Ia unggul satu kemenangan dari Alain Prost yang juga jago dalam kondisi sirkuit basah. “Saya tenang saja di depan. Ketika hujan biasanya saya tampil baik, kendati sulit bagi orang lain."
Bertekad Juara Dunia, Rosberg Ingin Tampil Maksimal di GP Abu Dhabi | Equityworld Futures
Kami selalu mendapatkan pengalaman berbeda meski berada di lintasan yang sama,”pungkasnya. Kans Rosberg untuk menjadi juara dunia F1 musim ini sangat terbuka lebar. Sebab ia terpaut 33 poin dari Hamilton, lantas ia hanya perlu mengamankan podium ketiga untuk mengalahkan juara bertahan F1 di perburuan gelar juara dunia.
Pembalap Mercedes AMG, Nico Rosberg tak ingin posisinya dilewati oleh rekan setimnya Lewis Hamilton. Keduanya bakal bertarung pada seri pamungkas balapan F1 2016 di GP Abu Dhabi, Sirkuit Yas Marina, 27 November 2016. Seperti diketahui, Rosberg memiliki 367 poin dengan berada di posisi teratar klasemen sementara. Namun, setelah Hamilton keluar sebagai juara di GP Brasil, The Boss-julukan Hamilton- berpeluang menyerobot tempat pembalap berkebangsaan Jerman itu.
Tak ingin peluang gelar juara di depan mata sirna, Rosberg bertekad ingin memiliki mengulang raihannya musim lalu. Sebab pada seri penutupan musim lalu, pembalap berusia 31 tahun tersebut berhasil keluar sebagai juara pertama di trek sepanjang 5.554 km.
“Balapan di Abu Dhabi bakal menjadi akhir pekan yang sangat menarik, pertempuran besar akan terjadi di sana. Saya ingin memenangkan balapan itu dan saya akan melakukannya,” kata Rosberg mengutip Crash, Selasa (15/11/2016). “Saya memiliki pengalaman bagus di sana, tapi tentu saja itu tak akan banyak membantu musim ini. Kalian semua tahu seluruh pembalap memulai balapan dari nol musim ini.
Equityworld Futures