PT. Equityworld Futures

Official Website

  • PT Equityworld Futures
  • Profil PT Equityworld Futures
  • Legalitas PT Equityworld Futures
  • Fasilitas dan Layanan PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures Linkedin
  • DROPDOWN MENU
Home » Uncategories » Ahmad Dhani Dkk Ditangkap Saat Subuh, Ini Penjelasan Kapolri | Equityworld Futures

Ahmad Dhani Dkk Ditangkap Saat Subuh, Ini Penjelasan Kapolri | Equityworld Futures

Posted by PT. Equityworld Futures on Minggu, 04 Desember 2016

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, penangkapan terhadap 11 orang yang waktunya bersamaan dengan aksi 2 Desember 2016 disengaja untuk menghindari adanya kesan penggembosan terhadap aksi damai. Penangkapan juga dilakukan dengan mempertimbangkan media sosial yang memiliki pengaruh cukup besar dalam pembentukan opini.

"Tapi, caranya adalah memanfaatkan massa untuk memaksa menduduki gedung DPR/MPR," katanya. Pemanfaatan massa itu dilakukan dengan tujuan memaksa diselenggarakan sidang istimewa, dan menjatuhkan pemerintahan yang sah. Dia mengatakan, rencana mendompleng aksi di Monas itu telah berlangsung dengan intens.

"Tentu kritik kepada pemerintah bukan tabu dan itu diperbolehkan secara hukum. Silahkan (mengkritik) dengan menyampaikan aspirasinya ke Parlemen. Tapi, menduduki parlemen, apapun alasannya, adalah inkonstitusional," tuturnya.

Sebelas orang yang ditangkap itu adalah: Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, ibu Firza Husein, Eko, Alvin, dan ibu Rachmawati Soekarnoputri, dan Sri Bintang Pamungkas. Mereka dijerat dengan Pasal Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar. Sementara Jamran dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Kakak beradik ini ditangkap karena ujaran kebencian dan menyebarluaskan permusuhan dengan isu SARA. Terakhir, musisi yang juga calon Wakil Bupati Bekasi Ahmad Dhani Prasetya dijerat dengan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa. Dhani dilaporkan lantaraan orasinya pada aksi 4 November lalu dinilai menghina presiden.

"Kalau sehari sebelumnya (dilakukan penangkapan), khawatir akan dipelintir. Nanti keluar di media sosial, seolah-olah (penangkapan itu) penggembosan. Oleh karena itu, kami setting subuh (penangkapannya)," kata dia saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Senin, 5 Desember 2016.

Menurutnya, penangkapan kesebelas orang yang diduga merencanakan makar itu dilakukan pada waktu subuh untuk mencegah isu terkait penangkapan berkembang lebih luas. Waktu yang tersedia akan sedikit bagi pengembangan isu penangkapan di masyarakat. Bila penangkapan dilakukan 1 atau 2 hari sebelum aksi di Monas, dia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan isu yang berkembang bisa membalik keadaan.

Tito menambahkan, setelah dilakukan penangkapan tidak ada insiden lainnya. Massa yang melakukan aksi di Monas pada pukul 16.00 sudah mereda. "Kami tidak ingin ada pihak lain yang mengganggu kesucian ibadah (di Monas). Agenda satu hari itu harus betul-betul tidak ada insiden kekacauan. Kalau kacau, yang buruk adalah agama islam. Niat baik untuk ibadah juga bisa terganggu," ujarnya.

Terkait dengan penangkapan 11 orang pada saat aksi 2 Desember 2016, Tito menyatakan, sebelumnya intelijen polisi telah mendapatkan indikasi adanya kelompok yang memanfaatkan aksi di Monas untuk kepentingan agenda politik mereka sendiri. Ada beberapa agenda politik, seperti kembali ke UUD 1945 dan hal-hal lain terkait masalah penyelamatan kebangsaan.

Komisi III Dalami Keputusan Polri Tangkap Sejumlah Aktivis | Equityworld Futures

Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR dengan Kapolri pada Senin akan mendalami keputusan Polri menangkap sejumlah aktivis pada Jumat (2/12). Penangkapan dinilai represif dan mengundang reaksi publik.

Politikus Partai Golkar itu berharap Polri lebih manusiawi dan lebih melindungi masyarakat ketika menangani adanya indikasi tindakan-tindakan yang dinilai ingin menggulingkan pemerintahan. Hal itu menurut dia, apa yang dilakukan para aktivis itu hanya berupa ucapan saja bukan mengarah pada sebuah tindakan. "Mereka hanya perkataan bukan perbuatan. Ini juga menimbulkan pertanyaan khususnya kami di Komisi III DPR dan mereka yang ditangkap adalah kakek-kakek dan nenek-nenek," katanya.

Menurut dia seharusnya Polri bisa melihat lebih rinci indikasi terjadinya makar misalnya kampus-kampus kompak bergerak dan ada mimbar bebas namun itu tidak terjadi. Dia mengatakan kekuatan pemerintah di parlemen kuat, menguasai partai politik, kampus tidak ada gerakan dan Presiden Joko Widodo masih dicintai rakyat sehingga tidak terpenuhi syarat makar.

"Jadi yang paling fokus adalah cara-cara Polri yang terkesan represif terutama terkait mengundang reaksi publik, terutama penangkapan aktivis sebelum shalat Jumat (2/12)," kata ketua komisi III Bambang Soesatyo di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (5/12).

Dia mengatakan tindakan Polri itu mengingatkan masyarakat dengan tindakan pemerintah di era orde baru padahal pemerintahan saat ini lahir di era reformasi sehingga cara-cara penangkapan yang dilakukan Polri harus dihindari. Bambang menegaskan masih banyak cara-cara elegan yang tidak melanggar kesepakatan demokrasi yang saat ini menjadi pilihan bangsa Indonesia. "Jika memilih cara demokrasi jangan membatasi cara-cara berpendapat," ujarnya.

Kapolri beberkan strategi makar yang tunggangi demo 2 Desember | Equityworld Futures

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian hadir dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR. Salah satu agenda rapat, Komisi III DPR ingin mempertanyakan tentang 11 aktivis yang ditangkap karena diduga ingin melakukan makar. Tito melanjutkan, Polri melihat kelompok makar ini intens berkooptasi dengan GNPF. Oleh sebab itu, Polri membangun dialog dengan massa GNPF. Sebab, Tito mengaku tahu bagaimana cara kelompok makar ini ingin tunggangi massa GNPF.

"Kami bangun dialog dengan GNPF dalam rangka tuntutan Basuki atau melakukan ikut dalam upaya duduki DPR kemudian agenda politik lain? Mereka menyatakan komit, tidak, kami putusannya satu isu, proses hukum," terang Tito.

"Kalau begitu, jangan gunakan Jalan Sudirman Thamrin, kalau mereka gunakan jalan Sudirman Thamrin, dengan massa yang begitu besar, ekornya ada di DPR/MPR, sampai Semanggi, patung Senayan, belok dia ke depan Hotel Mulia dan seterusnya, sampai ke belakang DPR, berikutnya naik Semanggi dan pelintir sedikit saja mudah sekali jumlah massa besar mudah sekali (masuk DPR)," lanjut dia.

Oleh sebab itu, Tito intens komunikasi dengan massa GNPF agar tak mau ditunggangi kelompok yang disebut makar ini. Beruntung, menurut dia, GNPF tak mau ditunggangi meski ada sedikit orang-orang yang sudah dibayar untuk membelokan massa ke DPR untuk memaksa menggelar sidang istimewa menjatuhkan pemerintahan yang sah saat ini.

Tito mengatakan, dari informasi intelijen yang diperoleh Polri, pada pelaku makar ini berkomunikasi intens dengan pendemo. Menurut dia, kelompok ini ingin membelokkan ratusan ribu massa yang tergabung dalam GNPF untuk menduduki gedung DPR dan MPR.

"Silakan jika ingin datang ke DPR, sampaikan aspirasi ke komisi masing-masing, tapi duduki DPR secara paksa, kekerasan, apapun alasannya, itu inkonstitusional. Kami melihat gerakan itu," kata Tito di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/12).

Tito menjelaskan, pernyataan Polri soal makar bukan ditujukan kepada GNPF yang menuntut penegakan hukum terhadap Basuki T Purnama ( Ahok). Dia mengeluarkan pernyataan itu karena ingin memberikan peringatan kepada para kelompok makar tersebut. "Kami tahu Anda, kira-kira begitu, tolong hentikan, jangan manfatkan massa GNPF yang murni ingin proses hukum terhadap saudara Basuki. Polri komit untuk proses hukum itu sudah kita buktikan," tutur dia.



Equityworld Futures






0 Response to "Ahmad Dhani Dkk Ditangkap Saat Subuh, Ini Penjelasan Kapolri | Equityworld Futures"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Social media

PT Equityworld Futures

  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures Medan
  • PT Equityworld Futures Semarang
  • PT Equityworld Futures SSC
  • PT Equityworld Futures Manado
  • PT Equityworld Futures Surabaya
  • PT Equityworld Futures Samarinda
  • PT Equityworld Futures Cyber 2
  • PT Equityworld Futures Pusat
  • PT Equityworld Futures Pusat
  • PT Equityworld Futures Pusat

POPULAR POSTS

  • Jokowi Minta Aset TNI Didata Ulang | Equityworld Futures
    Presiden Joko Widodo meminta agar dilakukan pendataan ulang aset-aset TNI. Hal ini menurut dia bertujuan untuk optimalisasi aset TNI. Jok...
  • 6 Orang Tewas Disekap Perampok di Pulomas | Equityworld Futures
    Enam orang meninggal dunia diduga akibat kehabisan oksigen setelah disekap perampok di ruangan berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, di sebuah...
  • Wakasal Arie Sembiring Meninggal Dunia | PT Equityworld
    Arie meninggalkan seorang istri, Ny. RR Maria Dian Marliana, dan tiga orang anak, Claudia Mary Josephine Sembiring Meliala, Antonius Anta...
  • 11 Ribu Peserta Ikuti Apel Nusantara Bersatu di Papua | Equity World
    Sekitar sebelas ribu warga dari berbagai kalangan mengikuti apel Nusantara Bersatu di Jayapura, Papua hari ini. Tokoh lintas agama mengaj...
  • KAI Gelar Bazar UMKM di 14 Stasiun | PT Equityworld
    PT Kereta Api Indonesia menggelar bazar usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di 14 stasiun sebagai bentuk sinergi perusahaan Badan Usaha M...
  • Harga Emas Antam Naik Rp1.000 | Equityworld Futures
    Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mengalami kenaikan harga pada hari ini. Tercatat, harga emas antam naik Rp1...
  • Jokowi Resmikan PLBN Entikong | Equity World
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat, Rabu (21/12/2016). Jokowi dan Iriana ...
  • Anies: Republik ini Dirancang Melindungi Semua Golongan | Equityworld Futures
    Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan akan memberi perhatian mengenai persatuan di Jakarta. Hal ini disampaikan pad...
  • Hak Politik Ratu Atut Dicabut |
    Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, tidak bisa memilih saat Pemilihan Gubernur Banten pada bulan Februari 2017 mendatang. Hal ini...
  • Pengacara Optimis Hakim Tak Lanjutkan Kasus Ahok | Equityworld Futures
    Sidang dengan agenda putusan sela kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar sebentar lagi. Hakim ...

PT Equityworld Futures

Memuat...

Label

  • Equity World
  • Equityworld Futures
  • equityworlf futures
  • PT Equityworld
  • PT Equityworld Futures Pusat
Copyright 2014 PT. Equityworld Futures. All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger