PT. Equityworld Futures

Official Website

  • PT Equityworld Futures
  • Profil PT Equityworld Futures
  • Legalitas PT Equityworld Futures
  • Fasilitas dan Layanan PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures Linkedin
  • DROPDOWN MENU
Home » Equity World » Equityworld Futures » PT Equityworld » Bos Express Ragukan Pengawasan Tarif Batas Taksi Online

Bos Express Ragukan Pengawasan Tarif Batas Taksi Online

Posted by PT. Equityworld Futures on Rabu, 22 Maret 2017
Label: Equity World, Label: Equityworld Futures, Label: PT Equityworld

PT Equityworld Futures Surabaya

Manajemen taksi Express mempertanyakan cara pemerintah mengontrol tarif taksi online | PT Equityworld Futures Surabaya

Direktur Express Herwan Gozali, menjelaskan untuk melihat tarif taksi biasa bisa dilihat melalui argometer. Sementara untuk taksi online berdasarkan aplikasi yang tertera di telepon genggam pengguna layanan taksi tersebut.

"Jadi taksi biasa bisa dilihat dengan uji tera argometer. Kalau taksi online pakai smartphone. Alat apa yang bisa digunakan oleh Kemenhub untuk memonitoring tarif?” kata Herwan dikutip dari detikFinance, Kamis (23/3).

Manajemen PT Express Transindo Utama Tbk, operator taksi konvensional Express meragukan pemberlakuan pembatasan tarif atas dan tarif bawah taksi online, yang diatur melalui revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016.

Aturan yang bakal berlaku 1 April mendatang tersebut, masih membuat manajemen Express ragu aturan tersebut bisa efektif diterapkan. Sebab pemerintah tidak menjelaskan bagaimana cara membatasi dan memonitor tarif taksi online.

Bukan hanya itu, Herwan juga meragukan keakuratan pendataan jumlah armada dari sebuah taksi online. Sementara perusahaan penyedia taksi biasa diharuskan untuk menyerahkan data jumlah armadanya sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan izin operasi.

"Misalnya saya ajukan izin taksi 1.000 unit, saya harus serahkan daftar supir 1.000 orang, itu untuk kontrol pemerintah. Kemudian harus ada pool. Ada tim pengecekan ke pool dari 3-4 instansi ada dari Kemenhub sampai Badan Koordinasi Penanaman Modal. Kemudian ada izin lingkungan, setelah itu baru dapat izin operasi. Kalau taksi online ada pool-nya tidak?" tandasnya.

Ia mengaku belum tahu jika pemerintah telah memiliki perangkat yang tepat untuk melakukan uji tera pada aplikasi. Apalagi data aplikasi bisa dengan mudah dimanipulasi.

"Kalau tera argo bisa dikontrol. Sekarang (taksi online) media kontrolnya ada tidak?" tambahnya.

Herwan mengatakan, jika aturan tersebut dianggap sebagai jawaban atas polemik selama ini seharusnya bisa diterima oleh semua pihak. Namun nyatanya masih menimbulkan penolakan.

"Harusnya dibuat supaya win-win solution dong. Kalau menurut pemerintah itu sudah win-win solution, tapi letupan masih terus terjadi. Terus kenapa masih ada ribut seperti di Surabaya, Medan, Bogor, Tangerang?," ucapnya

Atas dasar hal itu, Herwan mempertanyakan cara pemerintah mengontrol tarif taksi online jika memang ingin memberikan batasan tarif atas dan bawah.

"Saya tidak percaya bisa efektif. Dasarnya apa, cuma di atas kertas saja. Pemerintah tidak bisa kontrol jumlahnya. Ya mungkin diterapkan cuma tidak efektif," tegasnya.

Menteri Perhubungan: Regulasi Jadi Pintu Perbaikan Pelayanan | PT Equityworld Futures Surabaya


Penetapan tarif batas atas dan bawah untuk taksi online di klaim Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadi upaya perlindungan untuk konsumen dan pengendara. Sayangnya, hal ini tidak dijalankan bersama jaminan memberikan rasa aman untuk masyarakat saat jadi penumpang.

Menanggapi kejadian ini, Menterian Perhubungan Budi Karya Sumadi, menjelaskan, salah satu arah dari revisi regulasi PM 32 Tahun 2016 yang akan diterapkan menyasar pada peningkatan pelayanan transportasi umum.

"Konsep angkutan ini mau dibuat kesetaraan, tujuannya agar kedua-duanya bisa jalan dan membuat kompetisi. Dalam kompetisi itu masing-masing akan saling meng-improve dirinya dalam hal pelayanan," ucap Budi saat berbincang dengan KompasOtomotif, Rabu (22/3/2017)

Hal ini tentu bukan hanya untuk taksi online, tapi juga angkutan umum konvensional lainnya. Karena bila diperhatikan, cukup banyak pengendara transportasi umum yang sangat minim memperdulikan keselamatan penumpang atau bahkan pengguna jalan lain. 

"Jalan pikirannya seperti itu (SDM berkualitas), kerena dalam kompetisi yang sehat dan kompetitif, otomatis mereka dituntut saling improve diri. Pada intinya tetap masyarakat yang diuntungkan," ucap Budi.

Lebih lanjut Budi melanjutkan, bahwa inti dari penerapan regulasi PM 32 bukan pada keberpihakkan tapi membuka persaingan bisnis yang sehat. Dengan adanya pembatasan-pembatasan, diharapkan ada pengembangan pelayanan publik yang lebih baik, salah satunya dengan SDM yang berkualitas.

Equityworld Futures

0 Response to "Bos Express Ragukan Pengawasan Tarif Batas Taksi Online"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Social media

PT Equityworld Futures

  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures
  • PT Equityworld Futures Medan
  • PT Equityworld Futures Semarang
  • PT Equityworld Futures SSC
  • PT Equityworld Futures Manado
  • PT Equityworld Futures Surabaya
  • PT Equityworld Futures Samarinda
  • PT Equityworld Futures Cyber 2
  • PT Equityworld Futures Pusat
  • PT Equityworld Futures Pusat
  • PT Equityworld Futures Pusat

POPULAR POSTS

  • Jokowi Minta Aset TNI Didata Ulang | Equityworld Futures
    Presiden Joko Widodo meminta agar dilakukan pendataan ulang aset-aset TNI. Hal ini menurut dia bertujuan untuk optimalisasi aset TNI. Jok...
  • 6 Orang Tewas Disekap Perampok di Pulomas | Equityworld Futures
    Enam orang meninggal dunia diduga akibat kehabisan oksigen setelah disekap perampok di ruangan berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, di sebuah...
  • Wakasal Arie Sembiring Meninggal Dunia | PT Equityworld
    Arie meninggalkan seorang istri, Ny. RR Maria Dian Marliana, dan tiga orang anak, Claudia Mary Josephine Sembiring Meliala, Antonius Anta...
  • 11 Ribu Peserta Ikuti Apel Nusantara Bersatu di Papua | Equity World
    Sekitar sebelas ribu warga dari berbagai kalangan mengikuti apel Nusantara Bersatu di Jayapura, Papua hari ini. Tokoh lintas agama mengaj...
  • KAI Gelar Bazar UMKM di 14 Stasiun | PT Equityworld
    PT Kereta Api Indonesia menggelar bazar usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di 14 stasiun sebagai bentuk sinergi perusahaan Badan Usaha M...
  • Harga Emas Antam Naik Rp1.000 | Equityworld Futures
    Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mengalami kenaikan harga pada hari ini. Tercatat, harga emas antam naik Rp1...
  • Jokowi Resmikan PLBN Entikong | Equity World
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat, Rabu (21/12/2016). Jokowi dan Iriana ...
  • Anies: Republik ini Dirancang Melindungi Semua Golongan | Equityworld Futures
    Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan akan memberi perhatian mengenai persatuan di Jakarta. Hal ini disampaikan pad...
  • Hak Politik Ratu Atut Dicabut |
    Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, tidak bisa memilih saat Pemilihan Gubernur Banten pada bulan Februari 2017 mendatang. Hal ini...
  • Pengacara Optimis Hakim Tak Lanjutkan Kasus Ahok | Equityworld Futures
    Sidang dengan agenda putusan sela kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar sebentar lagi. Hakim ...

PT Equityworld Futures

Memuat...

Label

  • Equity World
  • Equityworld Futures
  • equityworlf futures
  • PT Equityworld
  • PT Equityworld Futures Pusat
Copyright 2014 PT. Equityworld Futures. All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger